Gatal karena Diabetes: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gatal karena Diabetes: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi di Indonesia. Diabetes atau kencing manis disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi hormon insulin yang cukup. Salah satu gejala diabetes yang sering terjadi adalah gatal. Gatal karena diabetes bisa sangat berbeda dari gatal biasa. Lantas, apa yang membedakan keduanya? Dan, bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

Hormon insulin merupakan bagian penting dalam tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi dalam sel tubuh. Sayangnya, ketika seseorang menderita diabetes, glukosa tidak dapat masuk ke sel sehingga mengakibatkan kadar gula darah yang tinggi.

Kadar gula darah yang tinggi juga mengakibatkan sistem saraf tubuh memproduksi sitokin dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Sitokin merupakan zat anti-inflamasi, jika jumlahnya bertambah akan memicu peradangan dalam tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan kulit ini.

Selain karena kadar sitokin yang meningkat, gatal karena diabetes juga dapat disebabkan karena adanya komplikasi seperti gagal ginjal dan dan hati. Diabetes merupakan penyakit kronis yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi gagal ginjal dapat menyebabkan gatal derajat sedang hingga berat yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Faktor lainnya penyebab kondisi ini adalah efek samping dari obat-obatan atau alergi terhadap obat-obatan tertentu. Namun, pasien penderita diabetes tidak boleh langsung menghentikan pengobatan sampai memastikannya dengan dokter bahwa mereka mengalami reaksi alergi. Penderita diabetes juga dapat mengalami gangguan gatal akibat sirkulasi darah yang buruk. Dalam kasus ini, gatal lebih mungkin terjadi pada bagian bawah kaki. 

Ciri gatal karena diabetes

Gatal karena penyakit gula bisa sangat berbeda dari gatal pada umumnya. Biasanya gatal karena diabetes memiliki gejala atau ciri lain yang menyertai. Namun, sebelum mendiagnosis gatal disebabkan karena penyakit gula, ada baiknya untuk melakukan cek darah terlebih dahulu untuk memastikan.

Gejala gatal karena diabetes dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Gangguan kulit yang terjadi di bagian bawah kaki lebih mungkin disebabkan oleh neuropati perifer. Pasien juga mungkin akan mengalami mati rasa di bagian kaki atau tangan, serta sensasi kesemutan dapat menyertai gejala-gejala ini.

Selain gejala yang telah disebutkan, beberapa orang juga mengalami gatal disertai dengan perubahan tekstur kulit seperti kulit kering, kulit bersisik, kulit menebal, dan kulit berubah warna menjadi kehitaman.

Ciri lain kondisi ini adalah termasuk adanya infeksi, baik itu infeksi jamur maupun bakteri. Tingginya kadar gula dalam darah juga dapat mempercepat tumbuhnya jamur atau bakteri dalam tubuh. 

Rasa gatal karena penyakit gula dapat menjadi sangat ekstrem dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika menimbulkan goresan atau infeksi yang tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini disebabkan karena sirkulasi darah ke tangan dan kaki yang tidak lancar sebagai dampak dari tingginya gula darah.

Cara mengatasi gatal karena diabetes

Gatal karena diabetes dapat diatasi dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Mengelola diabetes dengan hati-hati dan mencegah kadar gula darah menjadi terlalu tinggi.
  • Menghindari mandi air panas. Air panas dapat menghilangkan kelembaban pada kulit.
  • Oleskan lotion kulit saat kulit masih lembap setelah mandi. Namun, penderita diabetes tidak boleh mengoleskan lotion ke sekitar dan di antara jari kaki karena dapat menyebabkan kaki menjadi lembab dan meningkatkan risiko tumbuhnya jamur berbahaya.
  • Menghindari pelembab yang mengandung parfum atau pewarna yang keras. Cari produk yang memiliki label “gentle” atau “hypoallergenic”. Beberapa produsen losion bahkan ada yang membuat losion khusus untuk penderita diabetes.

Ada berbagai losion khusus diabetes yang bisa didapatkan di pasaran. Selain itu, memperbaiki gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gatal karena diabetes dan gejala yang melibatkan kulit lainnya. Memperbaiki gaya hidup di sini termasuk dengan makan makanan yang sehat.

Kutil Sebabkan Benjolan di Jari Tangan? Ini Obatnya

Jika tiba-tiba muncul benjolan di jari tangan dengan ciri; bertekstur keras dan bentuknya seperti kembang kol, hampir dapat dipastikan itu adalah kutil. Kutil memang menjadi satu di antara sekian banyak masalah kulit yang mengganggu, meski tak berbahaya. Lalu apa obatnya?

Sebelum masuk ke pembahasan obat kutil atau upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah benjolan di jari tangan ini, ada baiknya kita sedikit mengenal apa itu kutil. Tahukah kamu kalau kutil disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui sentuhan?

Jenis cedera pada jari banyak macamnya dan untuk mengetahui tergantung oleh penyebabnya

Faktanya memang begitu adanya. Kutil terjadi karena ada virus HPV atau human papilloma virus. Kutil bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja, termasuk di sekitar kelamin. Oleh karenanya, meski tak berbahaya, kutil ini potensial sekali mengganggu kehidupan kita.

Perlu diketahui juga kalau kutil sebenarnya dapat sembuh sendiri, walaupun kamu tak melakukan upaya apa-apa terhadap kutil tersebut. Akan tetapi, biasanya orang yang memiliki kutil risih dengan benjolan tersebut, apalagi kalau kutil menyebabkan benjolan di jari tangan. Sudah mengganggu, semua orang dapat melihatnya. Oleh karenanya, banyak orang mencari cara untuk mengatasi kutil ini.

Kalau kamu mendat menghilangkan kutil, mungkin kamu akan dihadapkan pada beberapa pilihan metode atau cara pengobatan kutil. Biasanya, di rumah sakit kutil diatasi dengan penggunaan obat kimia, penggunaan laser, atau malah operasi pembedahan. Apa pun pilihan yang kamu ambil, mungkin kamu perlu merogoh kocek untuk itu.

Untuk menyiasati biasa berlebih untuk sekadar mengatasi benjolan di jari tangan yang disebabkan kutil, kamu bisa memilih satu atau beberapa di antara bahan alami yang sudah terkenal ampuh untuk menghantam kutil. Apa saja bahan yang dimaksud, berikut di antaranya:

  • Cuka apel

Cuka apel dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan benjolan di jari tangan karena kutil karena bahan ini bersifat antimikroba sehingga virus HPV dapat dibunuh olehnya. Cuka apel akan jadi obat kutil yang mudah dan bermanfaat.

Kamu bisa langsung menggunakan bahan ini untuk mengatasi kutil kapan saja, di mana saja, selama cuka apel ada di tangan. Cukup campurkan cuka apel dengan air bersih, cari sesuatu yang dapat menyerapnya, misal kapas, kemudian bebat atau kompres kutil itu dengan bahan tadi.

Penggunaan teratur dan berkelanjutan akan membuat kutil dan kutil mengelupas. Namun, hati-hati karena efek sampingnya adalah iritasi kulit.

  • Bawang putih

Senyawa allicin di dalam bawang putih dapat dimanfaatkan untuk mereduksi kutil yang membuat benjolan di jari tangan. Bahan ini sudah pernah masuk ke ruang penelitian, dan hasilnya kutil dapat dihilangkan dalam kurun waktu empat pekan.

Cara memanfaatkan bawang putih untuk mengobati kutil ini cukup sederhana, kamu hanya perlu menghaluskan bawang putih dan langsung mengoleskannya di lokasi tumbuhnya kutil.

  • Nanas

Kutil akan luruh jika protein di dalam virus HPV mati dan menghilang. Untuk mengejar kondisi itu, kandungan bromelain yang ada pada nanas dapat digunakan. Dalam rangka menghilangkan kutil dengan nanas, ada dua cara yang dapat dipilih; pertama adalah mengoleskan perasan nanas atau yang kedua, merendam kulit dalam perasan nanas.

Bahan-bahan alami di atas bisa kamu coba untuk mengatasi benjolan di jari tangan karena kutil. Kalau dengan penggunaan bahan tersebut masalahmu terselesaikan, tentu dapat disyukuri. Namun, jika tak membaik pula, ada baiknya kamu mulai mencari atau melakukan upaya-upaya medis. Atau kalau tahan, ya, biarkan saja. Nanti juga kutil itu hilang dengan sendirinya.