Perkuat Diri dengan Manfaat Air Mineral Crystalline

Perkuat Diri dengan Manfaat Air Mineral Crystalline

Siapa yang tidak mengenal perusahan Orang Tua atau biasa disingkat sebagai OT Group? Perusahaan consumer goods ini memproduksi berbagai macam produk kebutuhan sehari-sehari, salah satunya adalah air mineral merek Crystalline. Merek ini mungkin masih asing ditelinga masyarakat. Namun sejak 2018 merek ini menunjukkan eksistensinya di pasar air mineral.

Dikutip dari Kontan, pada tahun 2018, Crystalline memposisikan dirinya sebagai air mineral berkualitas tinggi, baik dari segi desain packaging maupun kandungan dalam air tersebut. OT Group pun gencar melakukan pemasaran dengan menitikberatkan pada kandungan pH 8 yang ada dalam air mineral Crystalline sebagai unique selling point. Air mineral dengan kandungan pH 8 dipercaya memiliki kesegaran yang lebih tinggi dan lebih bermanfaat bagi tubuh ketimbang air mineral lainnya.

Menurut Ikhtiar Zebua, Head Corporate and Marketing Communication OT Group, Crystalline memiliki positioning sebagai air mineral berkualitas tinggi serta sebening kristal baik jernih airnya maupun kesegarannya. Kepercayaan diri OT Group pada produk ini pun terlihat bagaimana perusahaan langsung mengeluarkan kemasan gelas 240 mL, botol 330 mL, dan kemasan galon saat pertama kali peluncurannya.

Oleh karena itu, perusahaan OT Group terus memperkuat branding agar produknya dapat diterima di masyarakat dengan menekankan kepada manfaat kandungan yang ada di air mineral Crystalline. Lantas, apa saja sih manfaat kandungan dari air mineral milik OT Group ini?

Sodium

Sodium atau natrium merupakan kandungan yang sering ditemui pada air mineral, begitu pula pada produk Crystalline. Kandungan ini sangat penting bagi kesehatan tubuh. Sodium merupakan mineral dan elektrolit yang dapat membantu agar tubuh dapat berfungsi dengan normal dan baik. Sekitar 85% sodium terdapat dalam darah dan cairan getah bening. 

Tidak hanya berfungsi untuk menormalkan fungsi tubuh, mineral sodium dapat membantu dalam mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Hal ini dapat memungkinkan otot dan saraf berfungsi dengan benar serta mempertahankan volume dan tekanan darah yang tepat.

Lalu berapa banyak sodium yang dibutuhkan bagi tubuh untuk berfungsi dengan normal? Seorang konsultan nutrisi dan diet, Peni M. Hartanto menyebutkan, Indonesia tidak memiliki aturan tertentu mengenai konsumsi sodium per harinya. Tapi, World Health Organization (WHO menganjurkan, konsumsi sodium hanya sekitar 2.400 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari.

Kalsium

Selain sodium, Crystalline digadang-gadang memiliki kandungan kalsium juga. Secara umum, kalsium sangat penting bagi kesehatan tubuh. Kalsium dibutuhkan oleh tubuh untuk mengedarkan darah, melepaskan hormon, dan menggerakkan otot. Fungsi lainnya adalah untuk membantu membawa pesan dari otak ke bagian tubuh lain serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Tapi, tahukah Anda bahwa tubuh tidak menghasilkan kalsium? Karena itu, asupan kalsium berasal dari makan-makanan bergizi dan tinggi kalsium seperti susu dan produk olahan lainnya, ikan, sayur hijau gelap, dan kacang-kacangan. Air mineral juga terkadang mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.

Magnesium

Kandungan yang terdapat dalam Crystalline lainnya adalah magnesium. Mineral magnesium merupakan nutrisi mikro yang memiliki beragam peran dan fungsi bagi tubuh, mulai dari memelihara kesehatan jantung dan tulang, meningkatkan energi tubuh, mengatur gula darah, hingga mengatasi stres.

Magnesium sendiri merupakan jenis mineral terbanyak keempat yang ada dalam tubuh kita. Mineral ini banyak ditemukan pada tulang, otong, dan jaringan-jaringan. Selain itu, magnesium dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung karena dapat memompa darah dan diyakini dapat menurunkan risiko penyakit aritmia serta meminimalisir serangan jantung.

Dengan mengonsumsi air mineral seperti Crystalline dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan lupa untuk minum air mineral setiap hari secara teratur.

Lancid Obat Apa, Adakah Efek Sampingnya?

Lancid Obat Apa, Adakah Efek Sampingnya?

Lancid obat apa, sih? Bagi yang belum tahu, Lacid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan. Obat ini mengandung zat aktif yang dapat menghambat pompa proton dalam rangka menekan produksi asam dengan mempengaruhi sel parietal di lambung. Zat aktif yang dimaksud adalah lansoprazole.

Lancid bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh dinding lambung. Lambung menghasilkan asam secara alami untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun asam ini dapat menyebabkan iritasi pada perut. Jika ingin mengonsumsi obat ini harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter. 

Obat ini dapat menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi tanpa resep dokter dalam dosis tinggi dan rentang waktu yang lama. Efek samping yang ditimbulkan dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Lancid yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala;
  • Diare;
  • Nyeri Perut;
  • Dispepsia atau suatu kondisi yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas;
  • Mulut kering;
  • Kontasipasi atau sembelit;
  • Urtikaria atau kondisi di mana terdapat adanya lesi pada kulit yang meninggi dan gatal;
  • Pruritus atau rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang dan dapat disertai dengan ruam;
  • Atralgia (nyeri sendi yang tidak disertai pembengkakan);
  • Edema Perifer (kondisi kesehatan yang terjadi akibat penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki);
  • Trombositopenia (kondisi di mana jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal).

Pertanyaan Lancid obat apa dan adakah efek sampingnya mungkin akan semakin jelas dengan beberapa kondisi serius yang juga bisa muncul ketika seseorang mengonsumsi obat ini, semisal:

  • Kurangnya kadar magnesium dalam tubuh, yang ditandai dengan mati rasa, kejang, atau gangguan irama jantung;
  • Kurangnya kadar vitamin B12 dalam tubuh;
  • Ruam pada kulit yang sering terkena sinar matahari, seperti di pipi dan hidung;
  • Frekuensi buang air kecil atau berkemih yang berkurang.

Temui dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu. Bila timbul efek samping akibat penggunaan Lancid, biasanya bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya setelah pengobatan selesai. Temui dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu.

Jika ingin mengonsumsi Lancid bersamaan dengan obat lain konsultasikan terlebih dahulu pada dokter perihal obat apa saja yang boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat ini. Pasalnya kandungan lansoprazole dalam Lancid dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan dengan obat-obatan lain.

Potensi interaksi obat ini dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Berikut beberapa efek interaksi obat yang  dapat  ditimbulakan diantaranya yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan, jika digunakan dengan warfarin;
  • Peningkatan kadar digoxin, methotrexate, dan tacrolimus dalam darah;
  • Peningkatan risiko terjadinya hipomagnesemia, jika digunakan dengan diuretic;
  • Peningkatan kadar lansoprazole dalam darah, jika digunakan dengan fluvoxamine;
  • Penurunan kadar teofilin dan HIV inhibitor protease dalam darah;
  • Penurunan efektivitas antasida, itraconazole, ketoconazole, atau sukralfat;
  • Penurunan efektivitas lansoprazole, apabila digunakan dengan rifampicin;
  • Peningkatan kadar erlotini, dasatinib, atau lapatinib dalam darah.

Dari penjelasan di atas, sudahkah para pembaca dapat menjawab pertanyaan soal Lancid obat apa dan adakah efek samping yang mungkin dibawanya? Jika pertanyaan barusan dapat terjawab, artinya para pembaca dapat menangkap informasi yang tersedia dengan saksama.